Senin, 22 April 2013

Kuesioner / Angket


MAKALAH
KUESIONER / ANGKET
( Disusun untuk memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Appraisal Konseling )
Dosen Pembimbing : NURUL QOMARIYAH, S.Pd M.Psi





Oleh :
Kelompok 3

Aminatus Sholihah                    (2011143320150)   
Diah Evi Isnaeni                        (2011143320155)   
Ernawati                                    (2011143320159)   
Izzatul Muarifah                       (2011143320162)  
    M. Huda Mustaqim                   (2011143320167)    
Roupul Ma’ali                            (2011143320178)  
Siti Maulidiyah                          (2011143320182)
Wianto                                       (2011143320188)



PROGRAM STUDI
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ATTANWIR
BOJONEGORO
2013

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kesehatan serta kemudahan bagi kami dalam menyelesaikan tugas makalah Appraisal Konseling ini, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabiyullah Muhammad SAW, keluarga sahabat,serta orang-orang yang senantiasa istiqomah dalam mengikuti sunnah beliau.
Dalam makalah ini kami akan menguraikan tentang Kuesioner / Angket sebagai salah satu teknik pengumpulan data Non Tes. Ucapan terima kasih tak lupa kami haturkan kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Appraisal Konseling, atas bimbingan yang telah diberikan sehingga dapat terselesaikannya makalah ini. Ucapan terima kasih juga tak lupa kami haturkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses terciptanya makalah kami.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna, untuk itu kami mengharap kritik dan saran dari pembaca guna perbaikan makalah kami. kami juga berharap makalah ini dapat menjadi motivasi bagi kami khususnya dan pembaca umumnya untuk mempelajari dan menyusun makalah yang membahas tentang teknik pengumpulan data yang lebih baik dan bermanfaat .Aamiinn...

Bojonegoro, April  2013
Penyusun,



Kelompok 3




DAFTAR ISI

Halamanjudul.................................................................................................             i
Kata pengantar ..............................................................................................             ii
Daftar isi.................................................................................................................... iii
BAB I  Pendahuluan
A      LatarBelakang......................................................................................... ............ 1
B       Rumusan Masalah................................................................................... ............ 2
C       Tujuan ................................................................................................................. 2
BAB II  Pembahasan
A      Kuesioner ...............................................................................................             3
B       Pengertian Kuesioner .............................................................................             3
C       Kelebihan dan keterbatasan teknik Angket ...........................................             5
D      Jenis – jenis Angket ...............................................................................             5
E       Langkah – langkah penyelenggaraan Angket ........................................             7
BAB III  Penutup
A      Kesimpulan ............................................................................................             10
B       Saran ......................................................................................................             10
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................                  


BAB I
PENDAHULUAN

A      LATAR BELAKANG
Asesmen  dalam  bimbingan  dan  konseling  merupakan  proses mengumpulkan menganalisis, dan menginterpretasikan data tentang peserta didik dan lingkungannya. Pengumpulan data sangat  penting dilakukan untuk dapat membantu para peserta didik agar dapat berkembang secara optimal. Setiap peserta didik, aktif dan berkembang menurut polanya sendiri-sendiri karena setiap mereka mempunyai perbedaan -perbedaan yang sangat pribadi yang disebut sebagai  individual defferences . Adanya perbedaan-perbedaan tersebut merupakan tantangan untuk dimengerti. Siapa saja yang perlu mengerti hal ini?  Tentu saja peserta didik itu sendiri, orang tua, guru, konselor, kepala sekolah dan sebagainya.   
Untuk dapat menerima peserta didik (klien) sebagai individu, diperlukan pengertian / pemahaman tentang peserta didik tersebut  dan dunianya, di mana peserta didik merupakan pribadi yang berinteraksi. Mengerti,  menghormati, dan menerima para peserta didik adalah juga merupakan tugas seorang konselor (guru).
  Pada dasarnya teknik pengenalan dan pemahaman individu dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: teknik tes dan teknik nontes. Pada Makalah ini, kami akan membahas tentang teknik nontes sebagai teknik mengenal dan memahami individu.
Ada pun kegunaan teknik nontes ialah untuk  mengumpulkan data yang tidak dapat dikumpulkan dengan teknik tes, seperti kebiasaan belajar siswa baik di sekolah maupun di rumah, keterangan orangtua dan lingkungannya mengenai diri siswa, dan lainnya. Teknik nontes antara lain Ceklist,Observasi,Kuesioner,Interview (wawancara),dll. Dan dalam makalah ini kami hanya akan membahas tentang
“ ANGKET (KUESIONER)”.

B       RUMUSAN MASALAH
Yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan makalah ini ialah :
1.      Apakah pengertian Angket (Kuesioner) itu ?
2.      Apa saja kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan Angket ?
3.      Apa saja jenis – jenis Angket (Kuesioner) ?
4.      Bagaimana langkah-langkah penyelenggaraan Angket ?

C       TUJUAN
Sesuai dengan pokok permasalahan diatas, makalah ini memiliki tujuan untuk :
1.      Menjelaskan pengertian Angket (Kuesioner).
2.      Menjelaskan kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan Angket.
3.      Menjelaskan jenis – jenis Angket (Kuesioner).
4.      Menjelaskan langkah-langkah penyelenggaraan Angket.
  
BAB II
PEMBAHASAN


A      ANGKET (KUESIONER)
Teknik pengumpul data ini dapat juga dipandang sebagai “wawancara tertulis”, dengan beberapa perbedaan. Pada angket, yang disebut juga kuesioner ( questionnaire), responden dihubungi melalui daftar  pertanyaan tertulis. Teknik ini praktis dipakai untuk menjaring informasi  atau keterangan bagi sejumlah besar responden dalam waktu yang singkat. 
Angket bersifat kooperatif. Maksudnya, responden diharapkan bekerja sama  untuk menyisihkan waktu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan  tertulis, sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan. Karena itulah, perlu diusahakan adanya motivasi yang kuat. Motivasi ini harus dapat mengarahkan perhatian, menimbulkan simpati, keinginan bekerja sama (membantu), dan kesadaran akan pentingnya jawaban yang jujur. Angket dapat mengungkap gejala-gejala yang tidak dapat diperoleh dengan jalan observasi, misalnya seperti: harapan, pendapat, prasangka, sikap dan sebagainya. 
Sebagai teknik pengumpul data, angket  dibedakan berdasarkan: (1) subyek atau responden, meliputi: angket langsung dan tidak langsung; (2) menurut jenis pertanyaan, meliputi: pertanyaan terbuka, tertutup, fakta, dan pendapat. (3) Dapat pula dibedakan menurut bentuk isiannya, meliputi: bentuk isian terbuka, isian singkat, jawaban tabuler, berskala, berderajat, cek, kategorikal, pilihan benar-salah, dan jawaban ganda.
Adapun sasaran pengumpulan data dengan  teknik ini adalah siswa  sebagai sumber data langsung dan orang lain yang memberikan keterangan mengenai siswa, sebagai sumber data tidak langsung.
B       PENGERTIAN ANGKET
Angket atau kuesioner adalah serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diajukan kepada responden untuk memperoleh jawaban secara tertulis pula. Pertanyaan/pernyataan dalam angket tergantung pada maksud serta tujuan yang ingin dicapai. Maksud dan tujuan tersebut berpengaruh terhadap bentuk pertanyaan yang ada dalam angket itu.


Pada umumnya di dalam angket itu kita dapati dua bagian pokok, yaitu:
a.       Bagian yang mengandung data identitas, dan
b.      Bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin diperoleh jawabannya
Bagian yang mengandung data identitas merupakan bagian yang mengandung data tentang keadaan diri orang atau anak yang diberi angket tersebut, misalnya nama, tanggal lahir, jenis kelamin, bangsa, agama, dsb. Bagian yang mengandung  pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandunng pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini.
Serangkaian pertanyaan yang diajukan kepada responden melalui angket dapat berupa: pertanyaan fakta, mencakup: umur, pendidikan, agama, alamat, nama, kelas; pertanyaan tentang pendapat dan sikap, mencakup perasaan dan sikap responden tentang sesuatu; pertanyaan  tentang informasi, mencakup apa yang diketahui oleh responden dan sejauh mana hal tersebut diketahuinya; dan pertanyaan tentang persepsi diri, mencakup penilaian responden terhadap perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain.
Untuk keperluan di sekolah, angket disiapkan untuk membantu para konselor (guru) agar dapat memahami Klien (siswa) secara lebih mendalam.  
C       KELEBIHAN DAN KETERBATASAN TEKNIK ANGKET
Angket  sebagai  alat  penilaian  terhadap  sikap  tingkah  laku,  bakat,  kemampuan,  minat anak, mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan angket antara lain: 
1.      Teknik angket lebih efisien bila ditinjau dari pembiayaan dan jumlah responden karena  dapat mengumpulkan data dalam jumlah responden yang besar dalam waktu yang singkat.
2.      Dapat mengungkap data yang memerlukan perkembangan dan pemikiran, dan bukan jawaban spontan. Setiap jawaban dapat dipikirkan masak-masak terlebih dahulu, karena tidak terikat oleh cepatnya waktu yang  diberikan kepada responden untuk menjawab pertanyaan  sebagaimana dalam wawancara.
3.      Dapat mengungkap keterangan yang mungkin  bersifat pribadi dan tidak akan diberikan secara langsung. Dalam menjawab pertanyaan melalui angket, responden dapat lebih leluasa karena tidak dipengaruhi oleh sikap mental hubungan antara peneliti dan responden.

4.      Data yang dikumpulkan dapat lebih mudah dianalisis, karena pertanyaan yang diajukan kepada setiap responden sama.
Sedangkan keterbatasan angket sebagai  instrumen pengumpul data adalah sebagai berikut :
1.      Tidak akan dapat menjaring data yang sebenarnya jika petunjuk pengisian tidak jelas.
2.      Tidak dapat diketahui dengan pasti bahwa responden sungguh-sungguh dalam mengisi angket. Sering terjadi angket juga diisi oleh orang lain (bukan responden yang sebenarnya), karena dilakukan tidak  secara langsung berhadapan muka antara peneliti dan responden.
3.      Tidak dapat ditambah keterangan yang dapat diperoleh lewat observasi; dan  
4.      angket diberikan terbatas kepada orang yang melek huruf.
D      JENIS-JENIS ANGKET
Ada berbagai macam angket. Berikut ini akan dijelaskan satu persatu:
1.      Dilihat dari sumber datanya, angket dapat dibedakan sebagai berikut.
a.       Angket langsung, yaitu apabila angket tersebut langsung diberikan kepada orang yang dimintai pendapat atau  jawabannya atau responden yang ingin diselidiki. Jadi, kita mendapatkan data dari sumber pertama (first resource ), tanpa menggunakan perantara untuk memperoleh jawaban. Misalnya: angket siswa.
b.      Angket tidak langsung, yaitu apabila angket disampaikan kepada orang lain yang dimintai pendapat tentang keadaan seseorang. Jenis angket ini membutuhkan perantara untuk mendapatkan data sehingga jawaban yang diperoleh tidak dari sumber pertama Misalnya: angket orangtua tentang anaknya, angket guru tentang siswanya, dan lain-lain.
2.      Dilihat dari strukturnya, angket dapat dibedakan sebagai berikut.
a.       Angket berstruktur, ialah angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan beserta jawabannya yang jelas, singkat, dan konkret
b.      Angket tidak berstruktur, ialah angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang menghendaki jawaban yang bebas dan uraian yang panjang lebar dari responden.
3.      Berdasarkan jenis pertanyaannya, angket dibedakan sebagai berikut.
a.       Pertanyaan terbuka (open questions ), yaitu angket yang memberikan kesempatan yang seluas-luasnya  kepada responden untuk memberikan jawaban atau tanggapannya. Biasanya  jenis angket ini digunakan apabila ingin mendapatkan opini. Contoh::  ”Menurut pendapat Anda, ciri-ciri kepribadian manakah yang cocok sebagai profil ketua kelas?”
b.      Pertanyaan tertutup (closed questions ), yaitu pertanyaan-pertanyaan yang membuat  responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan di dalamangket itu. Jadi, jawabannya terikat.  Responden tidak dapat memberikan jawaban secara bebas seperti yang  mungkin dikehendaki oleh responden.
Biasanya jika masalah yang hendak dicari jawabannya sudah jelas maka orang akan menggunakan jenis angket ini. Contohnya:  “Pernahkah Anda menjadi ketua kelas?”
 a. Pernah    b. Tidak pernah
c.       Kombinasi terbuka dan tertutup (open and closed questionaire), yaitu jika jawabannya sudah ditentukan, kemudian disusul pertanyaan terbuka.
Contoh:  Pernahkah Anda mendapat penjelasan tentang jenis-jenis gaya belajar?  a. Pernah          b. Tidak pernah    
Jika pernah, gaya belajar Anda sekarang termasuk gaya belajar yang mana?
4.      Menurut bentuk jawabannya, angket dibedakan sebagai berikut.
a.       Jawaban tabuler, yaitu responden diminta menjawab dengan mengisi kolom-kolom pada tabel yang sudah tersedia.
Contoh:  Berikan keterangan tentang orangtua/ wali
Tabel 4.7
Orangtua/ wali
Nama
Pekerjaan
Pendidikan
Agama
Ayah




Ibu





b.      Jawaban berskala, yaitu jawaban terhadap pertanyaan disusun berjenjang di mana responden diminta menyatakan pembenaran atau penolakan terhadap setiap pertanyaan sikap, sehingga di peroleh gambaran tentang derajat kecakapan, keadaan sikap dan keadaan diri responden. 
Contoh: 
”Penguasaan berhitung dalam pelajaran matematika saya adalah:”
Baik                                      Cukup                                     Kurang 
c.       Jawaban dengan cek, yaitu responden menjawab dengan cara memilih salah satu dari pilihan-pilihan yang tersedia.  Pertanyaan diurai dalam bentuk daftar, dan tugas responden hanyalah membubuhkan tanda-tanda cek sesuai dengan petunjuk yang diberikan.  Jenis jawaban ini disebut juga dengan jawaban pilihan ganda.
Contoh: 
”Apakah alasan Anda masuk SMP?”
a)      untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi
b)      disuruh oleh orangtua
c)      disuruh oleh kakak/ saudara
d)     karena ajakan teman
e)      untuk memperoleh pekerjaan
f)       atas nasihat guru
g)      tidak tahu.
h)      ……………..
d.      Jawaban kategorikal, yaitu responden diminta memilih satu diantara dua pilihan yang tersedia. Dapat juga dikatakan bahwa jawaban kategorikal ini bentuk jawaban benar-salah.
Contoh: 
“Apakah Anda mengikuti les?”
Ya                                         Tidak
“Orangtua saya sangat memperha tikan kebutuhan belajar saya”
Benar                        Salah
E       LANGKAH-LANGKAH PENYELENGGARAAN ANGKET  
Didalam menyelenggarakan pengumpulan data dengan  angket terdapat tiga tahap yang lazim ditempuh, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis hasil. Tahap pertama, persiapan penyusunan angket meliputi langkah: memerinci variabel-variabel yang akan diukur, menetapkan model jawaban, dan menyusun angket. Tahap kedua, pelaksanaan, meliputi: menyiapkan format angket dan lembar jawaban jika diperlukan, melancarkan angket kepada sejumlah banyak responden yang dituju, dan membacakan petunjuk pengisian. Tahap ketiga, analisis hasil, meliputi: memberikan kode pada pertanyaan-pertanyaan tertentu jika akan dianalisis lebih lanjut atau lebih dikenal dengan  penyekoran jawaban, pengelompokkan setiap variabel,  serta kesimpulan dan penginterpretasian.
Selanjutnya diuraikan tahap-tahap penyelenggaraan angket satu persatu.
1.      Tahap persiapan
Langkah pertama yang dilakukan dalam penyusunan angket ialah  merinci atau menjabarkan variabel-variabel yang akan diukur. Contohnya dalam angket  siswa variabel-variabelnya meliputi: riwayat pendidikan atau sekolah, harapan-harapan, cita-cita, kebiasaan belajar, hobi, aktivitas di luar sekolah atau  keorganisasian, keadaan keluarga, dan lingkungan tempat tinggal.
Langkah kedua  menetapkan model jawaban, yang ditentukan oleh bentuk jawaban yang dikehendaki dari variabel angket tertentu. Seperti jawaban uraian singkat, jawaban kategorikal, jawaban berskala, jawaban tabuler, jawaban dengan cek atau pilihan ganda. Pada tahap ini perlu dipertimbangkan juga kelebihan dan kelemahan masing-masing model jawaban.
Langkah  menyusun angket ; yang perlu memperhatikan komponen-komponen:  pengantar, petunjuk pengisian, butir-butir pertanyaan, dan  penutup.
1)      Pengantar
Maksud utama dari pengantar ialah mengadakan pendekatan terhadap responden agar bersedia memberikan keterangan yang dibutuhkan. Dengan demikian, pengantar perlu dirumuskan dengan baik,  yang memuat tentang: tujuan angket secara jelas dan diplomatis serta harapan kerjasama, dan menunjukkan ketegasan tentang jaminan kerahasiaan informasi yang diberikan siswa.
2)      Petunjuk pengisian
Petunjuk pengisian angket harus dirancang dengan baik dan jelas sebab akan mempermudah responden dalam mengisi setiap butir pertanyaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam petunjuk angket adalah: petunjuk pengisian angket hendaknya dirumuskan dengan bahasa  yang sederhana, singkat dan mudah dimengerti, petunjuk memuat tentang  cara mengisi angket, misal: jawaban dengan melingkari, memberi tanda silang, memberi tanda cek, diisi dengan jawaban bebas atau isian singkat, dan dimana mengisinya.
3)      Penyusunan butir pertanyaan
Beberapa petunjuk yang harus diperhatikan dalam menyusun butir pertanyaan adalah susunan kalimat hendaknya sederhana dan jelas, gunakan kata-kata yang tidak mempunyai arti ganda, pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan responden, hindarkan kata-kat a yang bersifat sugestif, pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab,  pertanyaan jangan menuntut siswa/ responden untuk berpikir terlalu berat,  gunakan kata-kata yang  netral, hindarkan kata-kata yang tidak berguna atau tidak perlu.
4)      Penutup
Bagian ini berisi ucapan terima kasih kepada responden atau siswa karena dedikasinya dalam bekerjasama untuk kepentingan bimbingan.
2.      Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini kita mempersiapkan instrumen angket beserta lembar jawaban yang diperlukan. Kemudian membagikan instrumen tersebut untuk diisi klien (siswa) / responden. Selanjutnya kita membacakan  petunjuk pengisiannya dan mengecek jumlah siswa/responden yang sudah mengembalikan angket dan lembar jawabannya.
3.      Tahap Analisis Hasil
Pada tahap ini terlebih dahulu dilakukan penyekoran terhadap jawaban responden. Penyekoran ini dibedakan atas penyekoran terhadap pertanyaan- pertanyaan tertutup atau berstruktur dengan model jawaban yang sudah tersedia dan terbatas, serta penyekoran terhadap pertanyaan-pertanyaan terbuka atau tidak  berstruktur yang memerlukan jawaban uraian bebas. Kemudian, mengelompokkan jawaban responden atas variabel-variabel  yang diukur. Selanjutnya, akan diperoleh gambaran menyeluruh tentang responden.  Adapun untuk keperluan penginterpretasian data hasil analisis  angket ini harus pula  dikaitkan dengan hasil analisis data dengan teknik lain, misalnya: teknik observasi, wawancara, dsb.

BAB III
PENUTUP

A      KESIMPULAN
Angket   atau  kuesioner  merupakan teknik yang praktis dipakai untuk menjaring informasi/ keterangan dari sejumlah  besar responden dalam waktu yang singkat. Pada umumnya di dalam angket terdapat dua bagian pokok, yaitu bagian yang mengandung data identitas dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin diperoleh jawabannya.
Dilihat dari  sumber datanya angket dibedakan menjadi angket langsung dan angket tidak langsung. Dilihat daristrukturnya angket terbagi menjadi angket berstruktur dan  angket tidak berstruktur. Berdasarkan jenis pertanyaannya, angket dibedakan menjadi pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup, kombinasi terbuka dan tertutup. Menurut bentuk jawabannya, angket terbagi menjadi jawaban tabuler, jawaban berskala, jawaban dengan cek, dan jawaban kategorikal.
Didalam menyelenggarakan pengumpulan data dengan  angket terdapat tiga tahap yang lazim ditempuh, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis hasil.
B       SARAN
1.      Pembaca
Makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan untuk para pembaca  dalam pengetahuan tentang tekhnik nontes dengan metode sosiometri.
2.      Penulis 
Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari bahwa belum seutuhnya sempurna. Oleh karena itu diharapkan bagi para  pembaca untuk memberikan saran agar dapat lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA


Anwar, sutoyo.2009.Pemahaman Individu.Rosda: Semarang
Gantina.2011.Assesment non tes BK komrehensif.Jakarta:Indeks
Sonasih,  Dewi  N.W.  dkk.  1999.  Tehnik  dan  Alat  Evaluasi  Pendidikan  Non  Tes. Universitas Ibnu Khlodun : Bogor
Walgito, B. 2004. Bimbingan dan Konseling di Sekolah . Yogyakarta: Andi.
Simon, Irene Maya. Teknik Non Tes Untuk Memahami Peserta Didik. pdf
Disnawati,Hermina. Makalah ; Instrumen Penilaian dengan Teknik Non Tes. Pdf
http://andinurdiansah.blogspot.com/2010/09/instrumen-non-tes.html